Baccarat simple best strategy_Bet365 Entertainment_How to play baccarat_Baccarat Malaysia

  • 时间:
  • 浏览:0
  • 来源:Permainan terbaik baccarat

U.S. online cU.S. online casinoasinoapa kabarnya kaU.S. online casinomu yang jodoh saja seperti hilal yang belum nampak?

Temanmu yang bijak: Ya belum saatnya. Percuma aja memperbaiki penampilan dan memperluas pergaulan, jika Tuhan belum berkata ‘Ya’ untukmu menikah.

Kapan lo kawin?

Kamu: (membatin dalam hati) Elah, jodoh aja belum nampak, udah obrolin makanan bayi aja.

– Dan kamu pun ingin menangis miris, MANA JODOH GUE MANAAA

Bukan sekali dua kali kamu dengar ibumu ngasih sinyal agar kamu segera menikah. Namun, entah kenapa untuk yang kali ini ucapan Ibu kali ini sungguh-sungguh dari hati yang terdalam. Mendadak kamu jadi tertegun. Seketika, pembelaan akan statusmu saat ini jadi sia-sia. Kamu pun kembali gamang. Iya menikah. Tapi nikah sama siapa? 

Menghadapi pertanyaan orang-orang soal pernikahan memang bikin bete. Pertanyaan yang bagi sebagian orang sederhana, namun begitu menohok bagi banyak fakir asmara. Daripada stres menghadapi pertanyaan orang-orang, jawab saja dengan lucu-lucuan. Udah, dibikin selow aja. Setuju?

Yeay! Kamu jadi bebas mengembangkan diri… via favim.com

Memang berat menjadi jomblo di tengah teman-teman sepermainan yang udah pada jadi istri dan ibu. Belum lagi mamah minta mantu dan cucu. Duh, makin rumit aja hidupmu. Tapi, jangan khawatir, teruslah berusaha dan memantaskan diri. Kamu hanya perlu bersabar sedikit lagi!

Melly: Duh, kira-kira camilan apa ya yang cocok buat bayi seumuran 8-9 bulan gitu?

Jurus terjitu untuk nggak galau adalah dengan bersyukur. Mungkin ini saatnya kamu untuk lebih fokus mengembangkan diri. Karier adalah prioritasmu saat ini. Bukankah meningkatkan karier juga bagian dari memantaskan diri? Nggak hanya itu, kamu juga berusaha mengisi kesendirianmu dengan mengembangkan hobi dan lebih banyak waktu untuk membahagiakan orangtua. Lama-lama kamu menikmati juga kesendirian ini.

Jalan terakhir dari persoalan jodoh ini hanya ada dua: berdoa dan memantaskan diri. Meski nggak jarang juga kamu membatin, “kenapa ya jodoh gue kok lama amat datengnya?!” Percuma aja galau nggak karuan kalau kamu nggak berikhtiar. Iya, berikhtiar dengan cara memantaskan diri dan banyak-banyak berdoa.

Ketimbang iri dengan teman-teman yang udah menikah dan punya anak, kamu memilih untuk percaya bahwa manusia sejatinya diciptakan berpasang-pasangan. Tidak ada yang perlu disesali dan dirutuki dari kesendirianmu ini. Positive thinking saja, mungkin jodohmu saat ini tengah berjuang menjadi mapan supaya bisa segera melamarmu. See you on top!

Kamu hanya perlu memantaskan diri dan menyerahkan segalanya kepada-Nya. via junebugweddings.com

Kapan lo siap nyusul kita-kita? Inget umur!

Dina: Kalau waktu anak pertama, seinget gue sih, gue bikinin puree buah gitu.

Obrolan mereka pun udah berubah. Bukan lagi soal liburan, jalan bareng, kapan nyalon, atau berburu barang diskonan. Mereka mulai berbincang soal resep masakan buat suami, menjadi orang tua, serta perkara rumah tangga lainnya. Seketika kamu mulai merasa tersisih sekaligus bukan lagi bagian dari pembicaraan.

Dila: Nah, iya! Puree buah.

Kamu: Tapi, gue udah berusaha memperbaiki penampilan lho. Pergaulan juga udah luas. Ibadah udah gue getolin juga. Kenapa ya, jodoh gue belum dateng juga?

Jawabanmu: Kawin? Ya, nantilah abis ijab kabul. Kalau nggak Sabtu ya Minggu

Ibu: Kok diem? Emang udah waktunya kan kamu menikah? Teman-teman Ibu semuanya udah pada punya mantu. Bentar lagi mau pada nimang cucu. Yahh.. Kapan ya Ibu kaya gitu?!

Beberapa tahun lalu, bayanganmu tentang pernikahan adalah sesuatu masih jauh untuk diraih. Buat kamu yang penting adalah sukses meraih impian dan membahagiakan orangtua. Namun, mendadak ketenangan hidupmu terguncang ketika menyadari bahwa sahabat sepermainanmu sudah berganti peran menjadi istri dan ibu rumah tangga. Bukannya iri, kamu cuma penasaran aja. Jodohmu sebenarnya sedang nyangkut di mana?

Rahma: Saran gue sih, biskuit bayi aja. Kalau lo nggak mau ribet.

Oke, kamu paham banget kalau ngobrolin soal parenting itu nggak harus menunggu untuk menikah dulu. Tapi pada situasi di mana kamu masih sendiri, mendengar obrolan ala pengantin baru dan ibu muda bisa bikin kupingmu panas. Alhasil kamu cuma bisa duduk diam dan nggak tahu mau ikut menimpali apa.

Kamu: -mendadak nahan nafas –

-.-

Entah kenapa kamu merasa akhir-akhir ini banyak banget undangan pernikahan dari teman-teman sepermainan. Teman yang dulu melakukan hal menggila bersama kamu, dari bolos berjamaah, nginep di rumah teman hingga menyusun rencana liburan. Eh, sekarang mereka udah jadi manten, bahkan nggak sedikit dari mereka yang udah pada gendong anak. Jadi, ayah atau ibu muda.

Ibu: Yah, Ibu sih nggak mau minta yang macem-macem lagi. Cuma mau mantu sama cucu.